Resolusi Ngga Salah. Orangnya yang Perlu Bersikap Lebih Tepat.

Saya merasa tergelitik ketika awal tahun kita beramai ramai menciptakan yang disebut 'resolusi'. Cita-cita yang biasanya, kita ingin terwujud dalam setahun ini. Kalau belum terwujud, akhir tahun nanti akan dikatakan, "Belum tercapai." Nah, banyak banget tuh, yang bilang belum tercapai! Entah nyesel, entah biasa biasa aja.

Seringnya jadi terkesan rancu karena bincang-bincang resolusi yang belum gol; di internet, di radio, sering seperti obrolan 'buka-bukaan aib atau luka' atau jangan-jangan cuma 'sekadar games'. Bagus sih, kalau diungkapkan bahwa dia cuma masih membutuhkan proses alias bukan yang mesti buru-buru gol. Yaa masak misalnya mau nikah harus buru-buru diresmikan padahal belum merasa cukup waktu mengenal?
  • Disebabkan diri sendiri yang biasanya lupa dengan niat tersebut. Resolusi sekedar euphoria awal tahun, sementara si pembuat resolusi itu belum punya visi dan misi yang kuat. Apalagi ditambah mental yang sudah lebih dulu melemahkan usaha.
Misalnya? Malas. Takut gagal. Ngga pede, jadi alih alih merasa goal yang dibikin itu memang penting, malahan: lupain aja, deh! Bikin capek doang! Nah lho!
  • Atau, penyebabnya bukan cuma diri sendiri, tapi bersama orang lain. Misalnya apa? Bisnis yang membutuhkan partner. Atau yang umum banget: menikah. hehe..
Saran saya sih, sekarang ini jangan menyalahkan siapa-siapa atas kondisi yang tidak begitu dinamis. Mungkin goalnya juga jangan nyebut: "Resolusi tahun ini: harus sudah menikah" Duh, serem amat. Lebih baik 'diperhalus' sedikit jadi: "Resolusi tahun ini: melakukan semua persiapan ......" (silakan isi titik-titik tersebut).

Image source: here
Maksudnya, berusaha sajalah dulu sebaik mungkin. Hargai setiap proses dan nikmati masa-masa berjuang. Jangan lupa, sering melakukan evaluasi hasil pekerjaan sendiri.

Mengenai peran atau kontribusi pihak lain, sekiranya ingin mengkritisi tentu perlu cara-cara yang etis, ya. Percuma juga memaksakan keinginan kalau akhirnya justru akan menciptakan predikat buruk dan suasana yang nggak kondusif.

Dan yang perlu kita ingat: "Hasil instan itu kurang asik!" Sure! :-)
  • Memang ngga punya resolusi? Wah, saya mesti bilang apa, ya? Hehe... Bukan mengecilkan, sih. Bagus koq, kalau memang kita bisa membuat target-target di luar momen yang 'pasaran' alias mainstream alias musiman. Berarti bukannya kita tidak punya target. Hanya beda musim.
Saya setuju dengan yang begitu terinspirasi langsung semangat mewujudkan, tanpa harus ada momen 'pasaran'. Masalah apa? Diri sendiri yang punya kesadaran, ya go on saja! :)

Kalau memang belum ada target apa-apa, saran saya kenapa nggak membuatnya meskipun itu cukup sederhana? Itu menunjukkan bahwa kita memang care dengan hal-hal kecil namun sebenarnya berharga banget buat hidup.

Misalnya? Jogging tiap minggu, why not? :)

Bagi yang kerja, kenapa ngga kepikir buat bawa lunch sendiri? Selain lebih hemat, lebih higienis pula karena kita sendiri yang menyiapkan. Dan kita bisa lebih mengatur asupan program diet. :-)

Nah, bagi yang belum terbayang membuat resolusi apapun sampai sekarang, ngga ada istilah telat, koq. Dan sekali lagi, bukan hal yang aneh ikut menyusun "sesuatu" secara berkala (tahunan), selama paham manfaatnya buat diri sendiri. Ya kan? Why not? :))

Well, selamat membuat target dan berusaha! Semoga tercapai! Yang simpel simpel aja dulu, yang penting dilakoni! Kalau sudah tercapai, monggo komen komen di sini!

Happy new year! ;-)

Comments

  1. Jadii banyak ya penyebab kenapa resolusi gk kunjung tercapai. klo aku kayaknha krn kebanyakan resolusi tapi suka ngga ditulis. jadi lupa. haha. tfs mbaa

    ReplyDelete
  2. Iya, mba. Ditulis n dicek biar inget n dikerjain. Hehe..

    ReplyDelete
  3. Kalo menurut saya sih intinya tetap tergantung dari diri sendiri. Kalau tau atau ada indikasi orang lain akan menghambat tercapainya tujuan atau resolusi itu, ya tinggalin aja. Berarti gak sevisi. HEHE.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa juga, sih. Tapi mungkin ada kalanya ngga semudah itu juga ketika mempertimbangkan :-) #JadiIngetDiriSendiri #hehe

      Delete
  4. saya juga mulai bikin resolusi, tapi yang real emang yakin bisa dikerjain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siipp. Good luck! Yang semangat, ya, Mbak Windah! ;-)

      Delete
  5. Kadang aku suka muluk-muluk bikin resolusi, jadinya beberapa ga kesampaian deh.. hiks. Tfs ya mak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2, Mak! hehe.. Menurutku si ngga masalah muluk2, kalau kita juga merancang strateginya, langkah praktisnya.. Kan biar kayak pepatah Mak, yg 'gantungkan cita2mu setinggi bintang di langit' itu.. ;-)

      Delete
  6. terkadang orang idealis menuliskan berbagai resolusi...

    seperti akyu juga.. tapi.. kenapa banyak yang gak tercapai.. karena kalau aku lebih melakukan apa yang ada di depanku..

    justru itu malah jadi tidak terencanakan..

    aku yang aneh, eh unik ding haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, boleh tuh sekali2 buka daftar resolusinya, Mbak Noorma. Buat evaluasi usaha, mumpung blm lama. :D

      Delete
  7. Wah makasih sarannya :D suka kalimat ini: "Hasil instan itu kurang asik!"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Hana.. Thanks juga. Karena proses justru yg bikin kita berkembang. :-)

      Delete
  8. MEngalir aja deh, let it flow :) resolusinya numpuk terus sih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Thank you udah berkunjung, Bisot. ;))
      Justru itu bikin semangat nyelesaiin sesuatu, Bang.. Semangaatt! #haha..

      Delete

Post a Comment


Mau ninggalin jejak tapi ngga punya akun gmail?
Bisa, koq. Pada bagian Comment as silakan pilih Name/URL dan masukkan datamu.

Belum punya URL blog?
Silakan masukan saja URL socmed kamu. Beres.

All comments are in moderation.
Terima-kasih! :)

Popular posts from this blog

Cara Membuat Blog SEO Friendly

[Parenting] Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Sapi dan Bagaimana Menyikapinya

Review Film: LION