Wonderful Life - Sebuah Kisah Inspiratif

Wonderful Life. Sebuah kisah yang diangkat dari kisah nyata, tentang perjuangan seorang ibu dalam menerima keunikan anaknya yang dyslexic. Sebuah debut Rio Dewanto dalam memproduseri film layar lebar. Diperankan oleh Atikah Hasiholan dan Sinyo.

Dalam film Wonderful Life inilah, kisah nyata tentang apa yang yang harus dialami Aqil Prabowo dan sang ibunda diceritakan. Yup, Aqil Prabowo, bocah yang terkenal dengan kepandaiannya menggambar memang dinyatakan disleksia.

Hmm... sebentar! Apakah memang semua anak-anak disleksia memiliki bakat seni yang tinggi? Ini pertanyaan saya saja, sih. Gara-gara film India dengan kasus yang sama, mengangkat anak disleksia yang canggih menggambar juga. :D

Disleksia itu sendiri, apa sih?
Hm.. Kamu sendiri mungkin sudah tahu ya, apakah disleksia itu? Semacam sindrom kesulitan belajar membaca dan menulis (menurut terjemahan bebas saya :p). Sayangnya, masih ada saja orangtua atau guru di sekolah yang tidak menyadari ketika ada anak atau siswa yang menunjukkan gejala kesulitan belajar, dalam hal ini mengenal angka dan huruf serta berhitung. Hehe.. Akibat mendengar cerita kakak saya; guru, yang mencurigai siswanya disleksia. Dan benar, setelah orangtuanya membawa si anak ke Singapura untuk tes.

Memang, bukan berarti semua anak yang lambat proses belajarnya dikatakan disleksia. Untuk itu orangtua perlu memperhatikan bagaimana proses yang dialami anak, dan jangan ragu untuk konsultasi ke psikolog. Orangtua jangan hanya mengandalkan sistem pendidikan sekolah meskipun sudah membayar mahal.

Yang pasti, saya melihat dampak psikologis yang sangat mungkin dialami anak-anak seperti Aqil. Seperti menjadi rendah diri, menjadi malas karena tekanan pendidikan dan pergaulan, sampai yang paling menyedihkan, kehilangan kepercayaan akan kemampuan diri. Ouch!

Saya malah membayangkan, gimana dengan anak lain yang cuma bisa diam karena dianggap ngga becus dan bakat menggambarnya bukan sesuatu yang penting. Sudah terjebak dalam keadaan bermasalah yang tak terpecahkan, lalu terpinggirkan pula karena dicap bodoh atau malas. *sigh!*

OK.. Bersyukur dengan adanya film Wonderful Life ini. Semoga harapan kita akan semakin tersosialisasinya kasus ini membuka mata para orangtua dan tenaga pendidik, untuk makin peduli dengan kesulitan anak-anak. Bukan cuma gemes karena merasa job ngajar yang bertumpuk, atau karena kerjaan rumah sudah melelahkan. Simply, perlu hikmat dan cinta mengerjakan pekerjaaan mulia sebagai guru dan orangtua.

Jadi jangan lupa masukkan film yang sarat nilai edukasi dan inspiratif ini di daftar must see film kamu, ya! :)

Comments

  1. Aq belom nonton filmnya nih mbk. Kayaknya mengharubiru ya kisahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Dari trailernya udah kebayang sedikit, apalagi kalo nonton :D

      Delete
  2. Semoga film ini mampu memberikan pesan moral edukasi kepada penonton yang menonton film tersebt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. iya, Mas Dikki, jadi ngga hanya hiburannya aja

      Delete
  3. Pengen banget nonton film ini. Semoga sempat nonton sebelum turun dari bioskop.
    Karena biasanya anak atau orang yang beda dark kebanyakan suka dianggap aneh, bodoh, tanpa mau peduli sebabnya apa. Semoga suatu saat masyarakat kita bisa sadar bahwa ga semua bisa disamaratakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, Mbak Dian.. Film ini perlu jadi referensi buat kaum pendidik dan orang dewasa terutama..

      Delete
  4. Pengen banget nonton, baru mau nonton sam ateman-teman. Check bioskop sudah diturunkan, jadi penasaran.

    ReplyDelete
  5. pas mbak, saya jadi teringat film india yang amir khan pemerannya itu.
    mirip ceritanya.

    katanya film rio dewanto ini dari kisah nyata kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Bang.. Kisah nyata Aqil pelukis cilik! :)

      Delete
  6. Saya mendapatkan informasi film ini di twitter. mengangkat tema anak-anak disleksia.agar masyarakat mengetahui dan mereka dapat diterima dengan baik ditengah-tengah masyarakat. Film yang bagus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Menurut saya pun Wonderful Life juga bagus terutama dari sisi moral dan hiburan..

      Delete
  7. Gara-gara film India dengan kasus yang sama, mengangkat anak disleksia yang canggih menggambar juga

    Judulnya Taree Zamen Par.

    Saya percaya kok, penderita disleksia memiliki kelebihan lain di bidang visual.

    Karena biasanya, untuk membuat mereka mengerti benda, kita harus mengganti aksara dengan media gambar. Yang secara otomatis, memengaruhi pembiasaan mereka terhadap imaji visual.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka banget Taree Zamen Par, Mas Dhika. Ga pernah ga nangis dan ga 'tersentuh' nonton film itu. Udah berapa kali putarpun, tetep masya Allah banget filmnya.

      Delete
    2. Nah iya judulnya itu! Bikin terharu, ternyata orang² hebat yg terkenal sejak dulu sebenarnya banyak yg dyslexic. Keunikan manusia ya Mas, diberi kelebihan dan kekurangan yg beda² :)

      Delete
    3. @cutdekayi iya, sama. Tersentuh karena kasusnya unik ya, Mba

      Delete
  8. Dulu, ada anak didikku menderita disleksia. Konon katanya di keturunan mereka ada yang menderita penyakit ini. Dan sayang sekali, sang Ibu menuntut anaknya untuk bisa baca secepat kilat, rangking 1 di sekolah, tidak ketinggalan pelajaran, dsb. Bahkan ngomongpun anaknya termasuk dlm katesori terlambat.

    Padahal setelah saya nonton film Tare Zamen Par, cara kita mengenal mereka adalah membiarkan mereka mengerjakan apa yang mereka suka. Ini kondisinya sama seperti tokoh film di atas, anaknya sangat menyukai gambar dan mewarnai, hanya saja ibunya tidak setuju. Beberapa kali dibawa ke psikiater namun tidak kunjung membaik.

    Wallahualam. Sebenarnya yang dibutuhkan mereka adalah kasih sayang dan kesabaran. Kesabaran bgmn kita mampu menghadapi bakat 'terpendam' mereka.

    Saya pengen banget nonton film wonderful life ini, tapi belum kesampaian karena Banda Aceh belum ada bioskop. Dengerin spoiler aja lah dulu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan tetap ada kesempatan nonton film ini, Mba. Karena temanya bagus, merupakan concern pendidik sptmu. :)
      Setuju, yg dibutuhkan untuk menghadapi kasus mereka itu kasih sayang dan kesabaran!

      Delete
  9. Saya termasuk orang tua yang ga bs nerima kl anak mengalami keterlambatan.

    Jadi kalau dengan menonton film, ada banyak yg bs diambil hikmahnya, maka worth to see yaa...

    ReplyDelete
  10. Saya salah satu penderita disleksia yang berhasil survive sampe sekarang hehehehe tapi biasanya di balik kekurangan ada kelebihan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, serius nih? And then you become a writer now. Seperti tokoh penulis siapa gitu.. :)

      Delete
  11. Aku pengen nonton filmnya. Pasti sangat menginspirasi. Oya, saya juga kenal dg keluarga disleksia. Si ayah menurunkan gen disleksia kepada kedua anak perempuannya. Beruntunglah si ibu sejak awal sudah sadar dengan keanehan tsb. Tidak ada masalah yg berarti karena suami-istri tersebut mendidik anak-anak mereka dengan cara yang tepat, cara yang membuat penderita disleksia nyaman utk mempelajari sesuatu.

    ReplyDelete
  12. Sepertinya ini film sedih, harus ditonton sendiri dengan trousers tangan.Kadang tidak semua guru, tahu bahwa mungkin ada salah satu muridnya yang disleksia, dan malah menganggap dia tidak pintar

    ReplyDelete
  13. wah film yg mengispirasi gini harus ditonton nih supaya kita bisa evaluasi diri kalo di dunia ini manusia itu khususnya anak kecil yg di "cap" minus dalam pendidikan belum tentu minus di hal lainnya, contohnya menggambar

    ReplyDelete
  14. Saya percaya, setiap anak itu unik. Mereka punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Seperti anak disleksia, mereka pasti ada kelebihannya.
    Penasaran juga dengan film ini, karena menggambarkan kegigihan seorang ibu dalam menghadapi anak disleksia. Pasti mengharu biru.

    ReplyDelete
  15. Aku jadi pengen nonton. Di sini menginspirasi sekali ya :))
    Jadi, guru harus teliti ya mbak. Seperti hal yang disepelekan tapi nyatanya sangat penting. Mengingat sekarang banyak anak yang enggan belajar malah dicap buruk.

    ReplyDelete
  16. Aku belum nonton filmnya mbak, jadi bingung mau komentar apa :))
    Tapi setelah baca ulasan ini, aku tertarik buat nonton jadinya :D
    *lalu googling

    ReplyDelete
  17. Untung gak spoiler hee
    jadi list tontonan weekend nih, mumpung rumah deket bioskop *malah jadi keseringan nonton bioskop hee*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan, dong.. Masih baru! Biar tetep surprise! hehe...

      Delete
  18. Dulu saya punya temen yang dyslexic tapi selalu di bully, akhirnya makin tidak PD aja anaknya

    Setiap anak memang punya kelebihan dan kekurangan masing2, tidak seharusnya kita memperlakukan tidak adil gitu ya mbak :)

    ReplyDelete
  19. sayangnya gk suka film indonesia wkwk

    ReplyDelete
  20. Pengen nonton ini sama keluarga, belum kesampaian. Moga masih tayang sampai wiken depan supaya bisa nonton ma suami dan anak2 :D

    ReplyDelete
  21. Sepertinya filmnya bagus ya mbak :)

    ReplyDelete
  22. Belum nonton film ini tapi sepertinya cukup inspiratif buat masuk ke dalam film yang harus widya tonton.

    ReplyDelete
  23. Waa kmarin ikut nobar blogger Semarang itu yaaaa.... sayang gak bs ikut. Kata yg sdh nntn, bner2 bikin terharu

    ReplyDelete
  24. Iya tuh mbak Murni, masih banyak loh guru yang tidak respek sama murid yang punya kelainan disleksia ini, mereka masih menganggap anak disleksia itu malas.

    Dan butuh perjuangan ekstra keras guna m3ndukung kemampuan seoarng disleksia ini, contohnya saya sendiri, tapi sekarang karena usia kelainan itu sudah berkurang kok..dan itu Film bagus buat eduksi para orangtua dan p3ndidik

    ReplyDelete
  25. Pernah nonton yang film india tentang disleksia pemerannya amir khan. Disana digambarkan anak disleksia juga pintar menggambar. Bahkan melampaui teman2 sebayanya. Setiap anak memang dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing2. Tinggal bagaimana orang tua mengarahkan ya, Mbak. Gali potensi tak harus di bidang akademisi.

    ReplyDelete
  26. Mudahan pesan edukasinya sampe ke masyarakat ya mba, tapi asal nggak disamaratakan aja. Telat membaca dan menulis, trus ujug2 si ortu memvonis sendiri si anak disleksia. Kan kasus seperti ini perlu dilakukan pengetesan lzbih dulu.

    ReplyDelete
  27. Sudah melihat triller film ini dan memang keren banget. Rasanya sayang kalau dilewatkan oleh para orang tua.. semoga jadi pelajaran ya buat kita. Trims mba murni, baca artikel ini jadi pengen nonton full movienya..

    ReplyDelete
  28. Baru banget nonton film tentang disleksia. Anak disleksia emang terlihat penuh kekurangan kalau orang sekitar enggak paham, padahal sebenernya banyak keajaiban yang tersembunyi

    ReplyDelete
  29. Dulu waktu KKN pernah ketemu anak diseleksia, dan emang susah buat baca. Jadi takut sekolah dan disuruh membaca.

    ReplyDelete
  30. Inget disleksia, inget film barat, percy jackson. Meskipun sulit membaca, doi malah punya kekuatan lain. Kekuatan yang merupakan sebuah gift dari Tuhan.
    Mungkin emang banyak yg ga tau disleksia itu apa dan bagaimana. Nah dengan adanya film ini nih cocok untuk memberikan edukasj kepada masyarakat luas

    ReplyDelete
  31. baru liat trillernya aja kayaknya filmnya lumayan bagus ya mbak, apalagi tema yang di angkat di film ini mengenai anak yang diseleksia dan dari kisah nyata, kayaknya harus segera nonton nih

    ReplyDelete
  32. Aku belum nonton filmnya, tapi dari sinopsis dan review-an blogger-blogger lain, kayaknya film ini menarik untuk ditonton, ya. :D

    ReplyDelete
  33. Sayang, ga bisa ikut nobar Semarang...

    Dari kisah yg ditulis dan trailernya, aku tertarik banget pengen nonton. Kelihatannya bagus.

    Makasih sudah berbagi ya

    ReplyDelete
  34. Kayaknya ini film keren, mengangkat kisah disleksia bisa jadi pelajaran buat orang tua juga, soalnya nggak jarang orangtua yang mati-matian "maksa" anaknya buat ikut les ini-itu padahal kemampuannya memang sekadar itu. E kok jadi sok tau gini padahal belum jonton filmnya 😁

    ReplyDelete
  35. Film ini emang inspiratif ya. Aku udh nonton juga, tinggal baca novelnya nih 😁

    ReplyDelete
  36. Kudu nonton nih.. Ini macam film juni dibulan juli gitu ya kak?
    Ada 1 film yg bagus juga. alice. Ttg penderita alzhmeir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menarik sekali film ini ya mbak, jadi ingat film india yang diperankan amir khan itu

      Delete
  37. Wahhh film indinesia sekrang keren-keren. jadi pengenn nonton nih hehehehe

    ReplyDelete
  38. Saya malah baru tahu film Wonderful Life ini, mbak. Tema yang diangkat sangat inspiratif. Tontonan wajib banget nih buat orang tua.

    ReplyDelete
  39. Aku belum nonton filmnya. Katanya sudah turun layar, ya Mbak? Hiks. Sedih.
    Moga film ini membuka mata orang yang meremehkan penderita disleksia, ya. Secara disleksia masih awam di sekitarku.

    ReplyDelete
  40. Bagus ya ternyata filmnya. Selama ini tau doang, tapi belum pernah nonton trailernya. Baru nonton cuplikannya aja udah baper. Dianggap enggak becus ngurus anak trus anak jadi disleksia. Duh! >.<

    ReplyDelete

Post a Comment


Mau ninggalin jejak tapi ngga punya akun gmail?
Bisa, koq. Pada bagian Comment as silakan pilih Name/URL dan masukkan datamu.

Belum punya URL blog?
Silakan masukan saja URL socmed kamu. Beres.

All comments are in moderation.
Terima-kasih! :)

Popular posts from this blog

Cara Membuat Blog SEO Friendly

[Parenting] Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Sapi dan Bagaimana Menyikapinya

Review Film: LION