Bedah Buku dan Launching Akun Medsos Kemen PUPR

Long time no blogging! Yup, dan kali ini saya akhirnya posting blog lagi, setelah menghadiri acara launching akun resmi sosial media dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan PUPR Tv, dan sekaligus bedah buku Catatan Najwa. ;) Acara ini diselenggarakan di ruang auditorium kementerian tersebut, dan dihadiri berbagai kalangan seperti mahasiswa, instansi kementerian lain, selain jurnalis dan blogger.

Img: Kompas.com
Sesi pertama setelah kata sambutan adalah Bedah Buku Catatan Najwa. Yup, Catatan Najwa adalah buku yang berisi kumpulan refleksi Najwa Shihab, atas isu yang dibahas dalam program televisi Mata Najwa. ;)

Menurut saya buku ini sangat menarik, baik dari ide-ide yang di-highlight maupun dari karakter khas gaya tulisan Najwa. Banyak tulisan berrima, yang sudah 3 tahun ini ia tekuni. Mba Nana (panggilan Najwa Shihab) mengatakan, ia memang penggemar puisi. Ia telah jatuh cinta salah satunya dengan tulisan-tulisan Joko Pinurbo yang sederhana.

Gerakan Membaca. Bukan Sekadar 'Program Membaca'.
Itu yang ia katakan mengenai upaya yang perlu dilakukan, untuk mendorong semangat membaca masyarakat. Selain membahas bukunya, ia sebagai Duta Baca memang membahas mengenai hobi baca msyarakat yang masih harus dijadikan habit. Membaca pada akhirnya adalah berinvestasi.

Ia juga sempat mewanti-wanti, supaya selain membaca kitapun mempraktikkan value yang kita dapat dari bacaan kita. Jadi bukan sekadar mengendapkan ide di kepala saja lalu sudah. Namun selain keuntungan memperoleh value, membaca juga mendatangkan keuntungan, seperti yang telah diteliti, misalnya mencegah kepikunan. Lalu membaca sebenarnya menyembuhkan, dengan menstimulasi otak kita. Well, logis, ya. Kalau kita mendapat bacaan yang cocok, semisal novel yang kita suka, atau kitab suci yang memberikan ketenangan dan harapan, tentu bacaan juga merilekskan (selain kita memperoleh jawaban dari yang sedang kita gumuli).

Untuk kebutuhan akan membaca, Kementerian PUPR menyediakan fasilitas perpustakaan digital yang bisa diakses di pustaka.pu.go.id. Buat masyarakat yang lebih suka mengakses akun media sosial, bisa follow twitternya: @pustakapupr.

Tapi selain diakses secara online, perpustakaan ini juga bisa kita kunjungi. Letaknya di Gedung SDA lt.3, Jl. Pattimura no.20 Kebayoran Baru, Senin-Jumat Pukul 09.00 - 16.30. (wuiih lengkap, bo, infonyaa!) Ya. Saya terus terang jadi teringat perpustakaan yang sudah lamaa sekali ngga saya kunjungi. Sekarang paling bagus ke Gramedia yang ngga jauh-jauh. Mau beli, kadang sayang karena memang sudah banyak buku menumpuk di rumah, termasuk yang belum jadi dibaca. Jadinya baca sekadarnya, deh di toko. :D

Launching Akun Socmed dan PUPR Tv.
Entah kenapa, beberapa kali Menteri PUPR yaitu Bpk Basuki Hadimuljono mengatakan, tidak berniat untuk mengiklankan. Namun Najwa Shihab justru berpendapat, tidak apa-apa, koq. Tapi saya jadi berasumsi, bahwa maksud dari diadakannya launching ini bukan untuk memberikan pengumuman seperti iklan jualan produk. Melainkan untuk mengadakan program, dengan maksud mengadakan engagement atau relasi yang baik antara kementerian (dalam hal ini PUPR) dan masyarakat.

Saya sangat setuju dengan niat baik PUPR ini. Sebagai lembaga resmi milik negara, sebaiknya channel-channel yang bisa menghubungkan lembaga dan masyarakat memang dikenal luas oleh masyarakat.

Seperti webnya, pu.go.id yang bisa kita jadikan sumber informasi dan bantuan masyarakat. Jika kita mengadakan perjalanan ke suatu daerah di Indonesia, lalu menemukan jalan di daerah tersebut rusak, kita bisa merekam kondisi jalan tersebut dalam format video (pakai ponsel juga bisa) dan mengabarkan ke PUPR melalui link yang disediakan web tersebut.

Tentang PUPR TV, saya sempat bertanya-tanya, apa mungkin maksudnya mengadakan tv channel seperti yang bebas kita akses di tv rumah? Tapi rupanya beda. PUPR Tv dibuka melalui jaringan internet: itv.pu.go.id. Well, PUPR Tv ini akan menginformasikan berbagai progres pembangunan infrastruktur seluruh Indonesia. Semua tentu harus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam menyediakan perumahan yang layak bagi anak bangsa. Berdampak baik hingga ke pelosok, dan bisa dimanfaatkan rakyat kecil juga. Itu sudah menjadi tugas besar PUPR. :)

Merasa daerahmu belum dijangkau? Silakan sampaikan melalui jalur yang mereka sediakan. Atau kalau kamu lebih suka melalui socmed resmi PUPR, monggo dipantau twitternya, facebooknya, instagram dan youtube juga. :)

Comments

  1. Kalau menurutku, penting banget membuat jalur komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah. Dengan adanya jalur komunikasi ini, yaitu dengan sosial media, kita pun bisa dengan cepat melapprkan setiap kekurangan yang berkaitan dengan instansi tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju tuh, Mas Zen! Jalur lebih cepat dan ngga ribet. :)

      Delete
  2. Saya sudah follow dan siapa tahu ada kuis giveway hadiahnya rumah (yang subsidi juga gak papa) hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha! subscribe notifikasi ya, Mas. Biar ngga kelewat update-annya! :D

      Delete
  3. Langsung coba akses perpustakaan digitalnya ah :D
    Udah liat, koleksinya masih gak jauh2 dari hukum dan soal2 pembangunan wilayah. Nampaknya cocok nih buat diakses sama mahasiswa kali ya :D
    TFS utk informasinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba April. Referensi buat mahasiswa dan umum yang tertarik seputar pembangunan. :)

      Delete
  4. Segala kemudahan pasti ada sisi positif dan negatif.

    Positifnya,
    Jadi mudah melaporkan apa saja yang ada di lapangan.
    Namun kekurangannya...kita akan selalu menjadi pribadi yang sering mengkritisi pemerintah. Padahal kita belum tau rencana jangka panjangnya.


    Semoga gerakan membaca ini mampu meningkatkan literasi anak-anak muda generasi X saat ini.

    ReplyDelete
  5. Sepertinya dulu ada deh akun twitternya PU, tapi nggak aktif. Soalnya beberapa waktu lalu pernah ngadain lomba gitu, cuma nggak tau deh siapa yang menang, hehee
    Menurut aku sih, akun medsos itu penting bagi instalasi seperti PU, biar semakin tahu kondisi infrastuktur kita itu seperti apa, jangan hanya dengar dari bawahan aja, dan masyarakat bisa saling membantu dan berkontribusi serta melaporkan, mengenai keadaan infrastrukutur di lapangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Rin.. Wah, sampai kelewat ya info pemenangnya. hehe.. Moga-moga PUPR ngadain lagi lomba buat kita-kita, ya. Biar makin kenceng woro-woro mengenai project mereka. hihi..

      Delete
  6. wahh inovasi yang cukup bagus nih dari kemenpupr.. harus dicontoh juga oleh kemenerian lainnya biar komunikasi dengan masyarakat juga semakin transparan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bang. Jalur aturan boleh dibuat. Cuma harus disesuaikan dengan gaya hidup sekarang dan pastinya lebih fleksibel. Jadi yang punya gagasan bisa segera nyalurin aspirasi. Ngga kepentok aturan kaku. :)

      Delete
  7. Seru ya acaranya, kaget ternyata Pa Menteri Basuki orangnya gokil juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi.. Iya, Mak Yuli. Membaur banget orangnya. :D

      Delete
  8. Pulang dari acara ini aku mulai selalu bawa pulpel setiap membaca. Bukan cuma lipet-lipet halaman yang aku suka aja, tapi langsung digarisin kalimat-kalimat yang menurut aku.
    Semoga PUPUR bisa menjalankan komunikasi 2 arah ya. Biar curhatan dari warga Indonesia tersampaikan bisa dicarikan solusinya.

    ReplyDelete
  9. wah masyarakat jadi lebih update mengenai progres pembangunan infrastruktur di indonesia melalu itv.pu.go.id yang baru di launching ini ya mba, keren nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Yesi. Kita mesti ngeliat progres pembangunan sampai ke pelosok. Kayak tol Sumatra yang siap operasi tahun ini dan bakal nambah lagi. :)

      Delete

Post a Comment


Mau ninggalin jejak tapi ngga punya akun gmail?
Bisa, koq. Pada bagian Comment as silakan pilih Name/URL dan masukkan datamu.

Belum punya URL blog?
Silakan masukan saja URL socmed kamu. Beres.

All comments are in moderation.
Terima-kasih! :)

Popular posts from this blog

Cara Membuat Blog SEO Friendly

[Parenting] Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Sapi dan Bagaimana Menyikapinya

Review Film: LION