[Jalan-jalan] Setu Babakan, Tempat Refreshing yang Unik dan Murah Meriah di Jakarta Selatan

Ke mana, jalan-jalan di Jakarta Selatan?

Banyak sih, ya.. sebenarnya. Ngga hanya mal atau kafe modern atau bioskop yang memang menjamur. Jakarta Selatan? Yang pertama terlintas mungkin Kebun Binatang Ragunan. Tapi ada lagi nih, satu kawasan yang pas buat menenangkan suasana, ngga terjebak hiruk pikuk kota melulu. Yaitu Setu Babakan.

Rumah khas Betawi
Hampir seminggu yang lalu saya jalan ke sana. Lumayan banget, menjauhkan diri sejenak dari rutinitas, dari usaha sehari-hari yang lumayan melelahkan. :) Di sana kita bisa membuang penat dengan bersantai, ngopi ala Betawi tempo doeloe di warung-warung terbuka. Warung beneran, lho! Bukan kafe-kafe modern yang di-setting dengan suasana kampung. :)

Salah satu jajanan Betawi: Kerak Telor

Selain makan di warung dengan sajian khas Betawi, seperti gado-gado, soto, kelapa muda (hmm... bayangin deh, tuh, ademnya!), bir pletok, dodol betawi, kerak telor, dan berbagai menu khas lain, kita juga akan disuguhi suasana danau Setu Babakan, dengan angin semilir dan pohon-pohon yang meneduhkan.

Selain danau kita juga akan melihat warisan Betawi yaitu rumah khas betawi, dengan teras yang luas dengan meja dan kursi, dengan ukirannya yang khas. Desain rumah khas Betawi itu jika kita perhatikan terdapat unsur pengaruh budaya China, Arab, Portugis selain dari Melayu, sehingga menghasilkan gaya yang khas. Memang, jika kita belajar sejarah lagi, dulu Betawi sebagai tempat transit berbagai kapal mendapat berbagai pengaruh dari interaksi dengan para pedagang dan penguasa di era Belanda.

Awalnya adalah danau penampung  air resapan.
Jadi, Setu Babakan sebenarnya adalah kawasan danau, yang dulunya dibangun untuk menampung air resapan sungai Ciliwung. Pas jamannya Gubernur Sutiyoso, tuh. Entah sejak kapan, fungsinya diperluas sebagai kawasan wisata dan cagar budaya Betawi. Brilian deh, yang punya ide ini. Budaya Betawi yang makin terpinggirkan akibat budaya yang masuk, dan penduduknya menyukai budaya lain yang datang, tentu perlu pelestarian seperti ini.


Suasana di Setu Babakan lumayan nyaman. Meskipun banyak pengunjung hilir mudik, suasananya tetap tertib. Menu-menu yang mereka sediakan juga harganya cukup terjangkau. Ngga se-'premium' harga di kawasan wisata lain. :D Mungkin karena pengunjungnya dari berbagai kalangan, ya. Masuk ke kawasannya saja gratis. Pengunjung yang naik kendaraan pribadi cuma perlu bayar parkir!

Pengunjung masuk gratis

Berbagai Hiburan Khas di Setu Babakan
Selain makan, kita bisa menyewa perahu angsa untuk keliling danau dengan tarif Rp5000 per jam. Selain perahu, kita masih bisa menemukan berbagai pertunjukkan seni betawi, seperti: lenong, tanjidor, ondel-ondel, atau sekadar menonton orang joget-joget. :D Yang perlu buat diperhatikan menurut saya sih danaunya, yang sedikit ditemukan sampah. Memang sedikit, cuma penampilannya jadi kurang perfect. Hehe..

Tips
Mau ke sana? Ayolah! :) Pintu I terletak di Jl. M Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, buka dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. Jangan lupa bawa payung, ya! Antisipasi hujan. Maklumlah, tempatnya cukup terbuka. Kalau langit cerah kita sih tetap bebas pesan makanan ini itu, atau wara-wiri menikmati suasana.

Secara umum Setu Babakan dapat dijangkau dari Terminal Pasar Minggu dengan naik Kopaja Blok M - Cimpedak, atau naik angkot arah Srengseng Sawah. Atau kalau dari Depok, kita bisa naik angkot arah Jagakarsa. Kemungkinan ganti kendaraan beberapa kali pastinya ada, ya. Karena untuk sampai di lokasi Setu Babakan memang berbelok-belok. Jadi kita memang perlu bawa cash yang cukup sampai pulang.

Di dalam lokasi tidak ada mesin ATM. Kecuali jika kamu beruntung, sempat mampir di mini market yang kebetulan ada ATM atau Tarik Tunai di kasir. Itupun pasti di luar kawasan Setu Babakan, lho! Ingat, di dalam lokasi suasana dan transaksinya benar-benar konvensional. Untuk jajan ini itu di dalam lokasi pastinya ngga pakai mesin EDC alias gesek kartu debit. Jadi bawa uang tunai itu mutlak perlu. :D


Seperti ini, lho, pintu masuknya!
*Img from google.

Comments

  1. Wah, ada rumah tempo dulu, jajanan tempo dulu serta asri. Cocok untuk melepas penat nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba Ety! Pas banget buat refreshing. By the way, thanks udah mampir, ya. :)

      Delete
  2. Dulu sering maen kesini, pas ada project di Jagakarsa... Jadi pengen kesana lagi, suasananya itu loh yang bikin nyaman gak mau pulang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener Mas, bikin betah soalnya adem banyak pohon dan jajanan. :D

      Delete
  3. Woaaa pas banget nih mau ke Jakarta akhir bulan ini! Masuk kawasan wajib kunjung aaah, bosen soalnya piknik ke mall ama monas terus. Hihihi
    Kalau naik grab nyampe nggak? Apa kudu angkutan umum?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Grab sampai, dong.. Kan ada GPS. Hehe.. Apalagi kalo rame² sih memang enakan Grab.

      Delete
  4. Kalau mau mengenal lebih dekat Betawi dan wisata alam, kayaknya tepat ya kalau piknik ke Setu Babakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Rin. Betawi asli budaya kesehariannya bisa dilihat di sana. Kalau kapan-kapan ke Jakarta cobain ke sini :)

      Delete
  5. Wah, dulu pernah nih diajakin ke sini sama temen ... :)

    - Timo
    Blog: Kadungcampur.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Mas, ajakin lagi temennya! Hehe.. Saya juga udah taunya lama dulu baru main ke sini sama kakak.

      Delete
  6. Wah ternyata di Jakarta masih ada setu (waduk).
    Seperti halnya Taman kota, fasilitas umum seperti setu babakan ini perlu sekali dilestarikan dan dirawat secara rutin, mengingat banyaknya manfaat yg bisa diperoleh dari keberadaan setu.
    Selain menjadi tempat rekreasi, setu babakan jg bisa jadi tempat penampungan air dan pengontrol aliran air, sehingga mampu mengurangi kelebihan debit air di jkt dan mencegah terjadinya banjir..
    Dan perlu juga pengerukan dasar setu, jika nantinya terjadi pendangkalan dasar setu, guna mencegah terjadinya bencana seperti jebolnya setu gintung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, bener katamu Fan. Jangan keulang yang terjadi di Setu Gintung. Kasihan korbannya.

      Delete
  7. Buat yang penat dengan rutinitas kerja dan gemerlap ibu kota pas banget nih main ke setu babakan. Apalagi letaknya nggak jauh-jauh amat ya, libur sehari bisa lah mlipir kesini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener. Kalau santai tinggal ngacir aja bawa tas isi hp, dompet dan payung. :D

      Delete
  8. wah harus manual ya kesana. dan harus membawa uang cash biar bisa jajan dan makan disana ya ajib banget kayanya nih lokasi wisatanya cocok kesana pas liburan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Kayak jajan di warung aja soalnya. Siapin cash sebelum masuk soalnya balik lagi ke ATM jauuh, Dik.

      Delete
  9. Wah, sering dengar soal Setu Babakan baru liat gambarnya sekarang hehe
    Itu rumahnya kayak museum gitu ya mbak? Kita boleh masuk juga ga?
    Eh, ini rumah yang dipake Si Doel juga bukan sih? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum pernah masuk atau lihat orang masuk sih, Mba. Pengin nyoba masuk takut ngotorin jadi lihat dari luarnya aja :))

      Delete
  10. Bagus banget mba. Sejak setu babakan dipermak sekarang jadi te,pat liburan alternatif bangt ya. Dan yang saya suka itu karena di sini kita jadi makin mengenal adat betawi, semoga bertahan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Cagar budaya penting buat generasi berikut, Mba Ira :)

      Delete
  11. Seruuuuuu! Duh aku pengen banget ke Setu Babakan lagi. Dulu sekali-kalinya aku ke Setu Babakan waktu kuliah. Rame-rame satu kelas dalam rangka tugas kuliah mewawancarai kehidpan warga Betawi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, asik tuh Dian, jadi dapet info lebih detil!

      Delete
  12. Sepertinya asik untuk dikunjungi

    ReplyDelete

Post a Comment


Mau ninggalin jejak tapi ngga punya akun gmail?
Bisa, koq. Pada bagian Comment as silakan pilih Name/URL dan masukkan datamu.

Belum punya URL blog?
Silakan masukan saja URL socmed kamu. Beres.

All comments are in moderation.
Terima-kasih! :)

Popular posts from this blog

Cara Membuat Blog SEO Friendly

[Parenting] Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Sapi dan Bagaimana Menyikapinya

Review Film: LION