Review Film: LION

Beberapa waktu yang lalu, kalau kamu sempat membaca beberapa postingan sebelum ini, kalian akan menemukan post tentang rekomendasi film. Dalam rekomendasi itu, salah satunya adalah film LION. Yup, pada akhirnya saya sempat menyaksikan film ini. Dan bagaimana dengan full story-nya?


Img from http://cinema.mu/

So inspiring, pastinya.

Film yang diadaptasi dari buku "A Long Way Home" (penulis: Luke Davies) dan disutradarai oleh sutradara Australia: Garth Davis ini, bagi saya tidak hanya mengisahkan tentang seorang bocah India yang tersesat lalu diadopsi pasangan Australia dan diboyong ke negeri mereka. Film ini bagi saya juga menceritakan setiap karakter di dalamnya. Sepertinya film itu membuka mata saya tentang hidup yang sangat mungkin berbeda banget dari yang ideal.

Film ini tentang...

  • Bagaimana seseorang, ketika kecil pada akhirnya belajar menyesuaikan diri untuk menjadi bagian dari keluarga yang bukan 'keluarga'-nya. Di sisi lain, bagaimana keluarga yang kehilangan Saroo kecil saat itu.

  • Lalu, bagaimana kehidupan menggelandang anak kecil. Seperti Saroo yang jelas-jelas tidak punya uang untuk makan dan menginap secara layak. Mereka menggelar alas tidur di mana-mana, termasuk di jembatan penyeberangan. 

  • Saya jadi teringat lagi anak perempuan kecil sekitar 20 tahun yang lalu. Dengan rambut kusut tak tersentuh sisir dan membawa kecrekan dari tutup botol, bocah itu ikut menyeberang jalan waktu saya menyeberangi jalan Gatot Soebroto, Jakarta, yang begitu lebar saking banyaknya ruas. Mungkin dia anak salah satu pengamen atau pengemis yang tidak jauh dari situ, pikir saya waktu itu, sambil merasa kasihan sekaligus kecil.

  • Film LION ini juga tentang bagaimana pasangan yang saling mencintai itu, yaitu kedua orangtua angkat Saroo (Sue & John Brierley) memiliki kemantapan hati untuk merawat anak adopsi. Selain Saroo, mereka juga mengadopsi seorang anak laki-laki India juga, yaitu Mantosh, yang memiliki kekurangan dalam mengendalikan emosinya, suka menyakiti dirinya sendiri. Bayangkan, repotnya pasangan Brierley menerima tanggungjawab sebagai orangtua! Tapi mereka justru mengasihi kedua anak itu.

  • Kedua anak itu tumbuh dan beranjak dewasa dengan asuhan pasangan Sue & John Brierley. Hingga waktunya tiba, Saroo mencari asal usulnya yang kerap mengganggu pikirannya, lalu membicarakan maksudnya untuk mencari ibu kandungnya di Ganesh Talai - India, kepada Sue. Saya merasakan apa yang ditakutkan oleh kedua orangtua angkat itu, yaitu perasaan ditinggalkan.

  • Ketika Saroo mengungkapkan, bahwa mereka (ia dan Mantosh) bukanlah lembaran halaman yang kosong, itu yang paling jleb bagi saya. Gimana kita sebenarnya membawa DNA dari orangtua masing-masing dan itu tidak hilang sampai kapanpun. Maka tepat sekali apa yang disebut-sebut: anak adalah titipan.

  • Melihat banyaknya yang harus siap dihadapi orangtua, termasuk banyak pula yang akan dihadapi si anak juga, saya jadi membayangkan, banyak orangtua yang excited menyusun program melahirkan, seolah untuk menyenangkan mereka saja. Menyenangkan orangtua. Menyenangkan mertua. Kakek dan nenek. Hm.. Memang sih, tidak sepenuhnya begitu, dan mungkin menyenangkan orang lain bukan hal yang salah. Dan, rasa bahagia menyambut bayi lahir, sehat, pintar, pastinya wajar, ya. Namun, sementara ketika si anak bertumbuh, akan ada kekhawatiran dari kekurangan-kekurangan yang akan muncul di kemudian hari. Entah faktor ekonomi, entah faktor kekurangan dari si anak. Pada umumnya sih begitu. Tapi yang saya sempat bayangkan adalah di luar itu. Dan itu seperti warning untuk tidak memikirkan satu sisi saja.

  • Saat Sue dan Saroo berbincang dari hati ke hati, Sue mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki anak kandung atas keinginan mereka sendiri. Dari perbincangan mereka, ada latar belakang yang menjadikan itu pilihan mereka. (Silakan ditonton ya, untuk yang ini..) Dan bersyukurnya Sue, bahwa John sepakat. Ooh.. How sincere! Mereka membuat saya merasa tidak sendiri. Yup, apapun yang melatarbelakangi preferensi itu, bagi saya pilihan itu bukanlah hal yang aneh. Sama wajarnya dengan naluri ibu yang menyayangi semua anaknya sepanjang usia.

  • Membayangkan Saroo, saya tiba-tiba merasakan kesendirian Saroo kecil di dunia ini. Merasakan kedinginan, rindu tempat asalnya, dan ketidakberdayaannya hingga tidak kuasa untuk tidak menerima penawaran tulus keluarga angkatnya. Dan akhirnya ia terbiasa menyayangi Sue & John, sementara hatinya masih tetap mencari ibu dan saudara-saudara kandungnya entah di mana.

  • ... Maaf kalau jadinya ngasih spoiler. Tapi silakan tonton saja, karena film ini bakalan ngasih pengalaman yang dalem banget, merasakan sesuatu yang tidak terbayangkan orang pada umumnya. Siapa yang tahu, di antara kita ternyata ada anak atau teman dengan nasib sama dengan Saroo, Mantosh, dan pasangan Brierley?

Comments

  1. favorit ini mbak, saya juga baru beberapa hari lalu nonton film ini
    bikin nangis *haduh* pas part saroo dewasa ketemu sama ibu & adiknya di kampung halamannya. sedih banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mas Wisnu, saya juga suka banget film Lion. :)

      Delete
  2. Film favoritku thn ini. Enggak bisa berhenti nangis. Bahkan film udah selesai pun aku masih nangis. Enggak kuat pas lihat adegan Saroo kecil dan Guddu jalan di atas rel kereta. Ini aku sedih bangettt... Huhuhu... :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Mba Noni sepertinya melankolis sejati! :)

      Delete
  3. Eh, spoilernya kurang dikit lagi, mbak. Hehuehehe
    Recommended untuk ditonton nih,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi.. ngga tahan cerita pengalaman yang saya dapat dari film bagus itu, soalnya.

      Delete
  4. Wah sudah berencana nonton film Lion ini. Ratingnya 3.5 apa ya di Rotten Tomattoes. Lupa ahahha....

    Habis baca post ini jadi punya gambaran gimana filmnya. Makasih mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mas! Mudah-mudahan ngga ilfil ya sama spoilernya :))

      Delete
  5. Aku belum nonton. Mumpung weekend kayanya boleh juga nih ngabuburin sambil nonton Lion. Makasih infonya ya, Mbak Murni.

    ReplyDelete
  6. Saya masukkan wishlist untuk nonton nih mba.. sepertinya film ini banyak pesan moral kehidupannya ya..
    Besok lagi jangan spoiler kebanyakan mba hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha! Ngga nahan abisnya, nih! :D

      Delete
  7. Nanti aku cari aah...di tempat dolot film langgananku.
    Semoga uda kluar versi bluraynya.
    Hiihii...

    Kepincut karena spoilernya mba Murni.

    ReplyDelete
  8. aku udah nonton film ini. nyesek euy nontonnya. pemeran Saroo kecilnya itu loh, liat wajahnya aja udah terenyuh.

    ReplyDelete
  9. Dan spoiler ceritanya saudara-saudara, jadi makin gegeratan dengan ceritanya. Film yang mungkin dalam waktu dekat akan saya tonton juga.

    ReplyDelete
  10. huwaaaa maaauuuuuk... ini film bisa ditonton dimana ya mbak?

    genrenya unik.. dan dr review en spoiler eh sinopsis disini kayaknya menarik banget filmnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, menarik, Fik Lesson of lifenya.

      Delete
  11. Belum pernah dengar nih mbak filmnya. Semoga ntar bisa kebagian nonton deh soalnya di sini ga ada bioskop, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sayang ya, Mba. Iya, kapan-kapan pasti DVD-nya ada. :)

      Delete
  12. kwren ini pasti filmny, banyak pelajaran menarik ug menyentuh dan mengaduk pwrasaan ... baik dr sisi sbg anak asuh dan orang tua asuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mith. Pengen nonton lagi malah. wkwkwk

      Delete
  13. film yang mendidik nih. Bagus alur ceritanya. Wah, tetapi, jadi spoiler keseruan film ini kapan kapan download ah filmnya. ajib jalan ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kalau udah dapet bagi-bagi, ya, Dik. :D

      Delete
  14. Sedih ya filmnya :(
    Aku jadi mau nonton juga.. Kebetulan lagi nyari referensi film. Hihihiii...

    ReplyDelete
  15. Baca ini aku jadi pengen banget nonton... tapi Kemaren nonton dilu live. Abis nonton itu aku mau nonton Lion ah

    ReplyDelete
  16. aaaakkk spoileerrr,,,
    jadi pengen nonton filmnya tapi. hihihihi
    makasih reviewnyaaaa

    ReplyDelete
  17. Suami istri yang penyayang yaa..sampai endingnya tetap baik hati..huhuhu nangis lihat pasangan itu, Australia banget yaa Mbak Rosa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Mbak Dira, mereka lovely banget. :)

      Delete

Post a Comment


Mau ninggalin jejak tapi ngga punya akun gmail?
Bisa, koq. Pada bagian Comment as silakan pilih Name/URL dan masukkan datamu.

Belum punya URL blog?
Silakan masukan saja URL socmed kamu. Beres.

All comments are in moderation.
Terima-kasih! :)