Blogging: Hobi dan Profesi - 7 Attitude Penting Blogger

Meskipun segmen pembaca blog ini bukan hanya blogger, saya ingin membagikan lagi info seputar ngeblog yang layak untuk kita ketahui juga selain SEO writing pada postingan sebelumnya. Mudah-mudahan kamu yang tadinya tidak begitu tertarik blogging mulai berpikir, sebenarnya blogging itu hobi yang mengasyikan, loh! hehehe.. 

Komunitas @RepzoneID

Minggu 16 Juli kemarin saya hadir di workshop blogger, yang diadakan komunitas RepzoneID di gedung Republika, Pejaten. Komunitas ini memang digawangi oleh kantor media tersebut.

Sekilas info, Komunitas Repzone awalnya dibentuk pada November 2016. Tujuannya adalah sebagai wadah bagi peminat aktivitas socmed.

Jadi menurut Pemred Republika yang saat itu hadir, Bpk Irfan Junaidi (maaf kalau salah tik nama), di tengah merebaknya perkembangan dunia media sosial di dunia maya, Republika mempertimbangkan sebuah komunitas atau forum untuk wadah silaturahmi. Di Repzone ini para blogger dan netizen dapat memperoleh ilmu bersosial-media secara gratis. Termasuk di dalamnya adalah workshop yang saya hadiri kemarin.

Ani Berta, Ibu 1 Anak dan Fulltime Blogger

OK. Workshop kali ini diberi judul "Blogging: Hobi dan Profesi", dengan pembicara Ani Berta.

Fyi (for my info too), Ani Berta adalah blogger yang sudah lama aktif. Seperti saya, deh lamanya. Cuma beda nasib. *LOL!* Kalau tidak salah ingat, Mbak Ani ngeblog sejak 2008 gitu. Dan saat itu ia masih bekerja sebagai akunting.

Well, she reminds me about Ika Natassa, penulis banyak novel di sela kesibukannya kerja kantoran juga. Mereka sama-sama penulis. Hanya bedanya pada medium dan konten; Ika Natassa menulis cerita buku novel fiksi (bahkan novelnya sudah difilmkan juga, lho), sementara Ani Berta menulis pada media digital based on true story and opinion.

Sekarang Mbak Ani sudah bekerja fulltime di dunia menulis, loh! Karir menulisnya keren bangetlah ya. Portofolionya, dengan pengalamannya di-hire NGO, sebuah organisasi tingkat internasional, tentu bikin dia bangga.

7 Attitude Penting Blogger

Simply, dari workshop kemarin saya mengumpulkan 7 attitude yang perlu dimiliki blogger jika ingin serius eksis sebagai blogger yang unik dan berdampak. Baik untuk tujuan profit maupun non-profit, ya! Sebenarnya mungkin lebih. Namun diantaranya sebagai berikut:

1. Jangan Cuma Musingin Duit!

Mengenai kisahnya direkrut sebuah NGO dan terbang ke luar negeri (sebagai penulis dibiayai dan mendapat uang saku), ia menceritakannya sebagai motivasi bagi para blogger. Termasuk ke saya juga, dong. Intinya, selama ngeblog itu jangan cuma mikirin duit. Pikirkan aspek yang lebih luas dan lebih luas, yaitu kualitas dan kreativitas tulisan. Nasehatnya: dalam menulis, kita jangan mengerdilkan diri sendiri demi rupiah.

Jangan salah! Banyak lho, fee yang dijanjikan terlalu murah untuk job blogger. Banyak blogger yang tetap menerimanya, ya lantaran merasa butuh duit. Padahal Elisa Koraag, koordinator Blogger Cihuy pada kesempatan lain pernah mengatakan, bahwa nerima job dengan under rate fee itu sama saja menentukan sebesar apa 'harga' pekerjaan kita. Hmm...

[Memang, menentukan rate tidak mudah. Cuma ketika kita dapat "kisi-kisinya" dari fee yang sudah-sudah atau info teman yang mau bagi-bagi ilmu, lah..., kita harus konsisten juga dengan itu supaya bukannya menurun tapi malah meningkat, dong, ah! ;)]

Di lain kasus, banyak blogger yang males nulis. Baru bakalan nulis blog kalau ada yang menawarkan job. Alasannya udah sok keren aja: writer's block. Padahal, kalau mau melihat di luar sana banyak hal bermanfaat yang bisa kita bagikan lho. Tidak harus berbayar. Yang penting bermanfaat dan mendapatkan ide itu nggak harus buang biaya pula.

Bagi Mbak Ani, daripada memusingkan soal fee terus, ia justru memilih tetap menulis dengan senang hati. selama bermanfaat bagi banyak orang. Nah, waktu itu ia konsisten menjadi kontributor untuk web Serempak.id. Lho kenapa mau, Mbak?

Alasannya: nama 'Ani Berta' yang terpampang sebagai penulis di artikel tulisannya tetap akan memberinya value yang setara dengan branding. Dan terbukti, gara-gara itu ia dikontak pihak NGO. Well, ini sebuah kebijakan atau kecerdikan bagi saya.

Dengar testimoninya, siapa yang nggak mau, punya pengalaman yang exciting juga? Nah, jika kita mau (minimal pengalaman berharga dululah, meskipun ngga sampai go international), menulislah dengan konsisten dan dengan mindset yang tidak berorientasi pada untung-rugi. Pokoknya ada keinginan buat sharing hal bermanfaat. Sharing is caring.

Anggap saja ini investasi, karena keuntungannya nggak selalu langsung dinikmati. Disimpan dulu, gitu. Selain itu, keuntungan nggak cuma dalam bentuk uang, tapi bisa juga di peningkatan skill menulis dan berbahasa. Kamu mahasiswa komunikasi? Nah, apalagi! Ayo, nulis!

Penulis seperti Mbak Ani Berta memang mengalami peningkatan kapabilitas karena biasanya penulis tersebut akan mengembangkan pengetahuan juga, minimal dengan poin nomor 2 dan 3 berikut ini.

2. Peka dan Kreatif

Sering merasa kehabisan ide? Coba amat-amati sekitar. Banyak lho yang bisa dibagikan melalui tulisan.

Misalnya kita jalan melewati trotoar yang dilalui motor, sehingga berpotensi membahayakan pejalan kaki, tulislah!

Atau, kalau kita terpaksa jalan di jalur untuk motor karena tidak ada atau sempit sekali jalur untuk pedestrian waktu mengunjungi sebuah gedung misalnya, tulislah!

Bayangkan kita sedang menulis untuk keselamatan pejalan kaki lainnya juga. Jadi kita memang bukan ingin egois atau cuap-cuap nggak jelas. Syaratnya, tuturkan dengan bahasa yang tetap sopan, dengan ekspresi yang enak untuk dibaca. Bukan dengan sewot. Dan jangan lupa disertai solusi. Jadi bukan a la pengguna socmed yang nggak bertanggungjawab, yang beraninya teriak-teriak di twitter atau Fb. :D

So, intinya kita bisa mendapat materi untuk posting blog dari mana-mana, di antaranya:
  • Lingkungan sekitar
  • Kejadian di suatu tempat
  • Pengalaman pribadi atau orang lain (eits.. bukan gosipin orang, lho!)
  • Penelitian ilmiah (bagi mahasiswa, atau profesi lain seperti dokter, guru, dll)
  • Bisnis pribadi (promosi gratiss! hehe)
Tinggal dikembangin, deh!

3. Jadi "Blogger Naik Kelas"

Ini istilah saya, ya. Intinya, Mbak Ani membeberkan attitude atau habit blogger yang bukan sekadar punya blog tapi malas update. Si blogger harus punya kebiasaan yang bakalan mendongkrak tulisannya. Yaitu:
  • Sering update blog. Usahakan rutin, minimal 2 kali seminggu
  • Sering bagikan URL postingan di berbagai socmed
  • Suka menghadiri workshop-workshop, event dan talkshow yang bermanfaat.
  • Suka mengoleksi gambar, video dll yang shareable untuk dijadikan materi post.
  • Suka baca. Benefitnya untuk menambah kosa kata (minimal Indonesia dan Inggris), dan yang jelas wawasan, penting banget, kan buat performa blogging
  • Networking. Penting banget, lho!

4. Anti Plagiasi

Blogger yang oke itu sadar bahwa mendingan jadi diri sendiri daripada mencuri hak cipta karya orang lain. Jika ingin memasukkan gambar ilustrasi yang bukan hasil karya sendiri, ia tetap sadar bahwa mencantumkan sumbernya di tulisan itu syarat minimal buat menghargai si kreator. Pokoknya sadar dirilah!

Pertanyaannya, apakah sumber gambar itu dari Google? NO. Google hanya meng-indexing. Jika kita memang dapat dari Google, pasti Google mencantumkan halaman asal yang bisa kita lihat dan copy. Jadi, udah tau, yaa..

5. Tidak Iri

Jangan juga haus pujian dan page view, ya! Karena kedua hal ini seperti uang, yang bisa menjadikan motivasi blogging kita melenceng. :D Kepingin sih boleh, tapi jangan sampai memupuskan mood menulis, atau menjadikan tulisan berkesan muna. Yup, ini penting banget.

Baca juga: CARA MEMBUAT BLOG SEO FRIENDLY

Mengenai cepat iri, banyak blogger yang ngarep banget bisa hidup sejahtera hanya dari job-job blogger yang datang. Padahal sikap atau mood negatif karena keinginan belum tercapai itu bahaya, lho! Bisa bikin kita lupa, kalau blogging itu justru membutuhkan mood yang baik. Yang happy.

Selain itu, jangan gara-gara mikirin keuntungan kita jadi mudah lupa, bahwa sebenarnya blogging itu membawa banyak manfaat positif lain selain income alias uang. Di antaranya justru, efek healing therapy. Termasuk mood booster. Well, buat yang suka curhat dengan bahasa apa adanya, pas lagi nggak merasa ok, bisa koq nulis di blog yang di-set private. Jadi bebas mengeluarkan emosi, tanpa memberi pengaruh emosi buruk ke pembaca.

6. Be Unique and Consistent

Setelah sekian lama ngeblog, coba dicek. Apakah arah blogmu sepertinya ke bidang fashion? Kuliner? Travel? Memperdalam bidang yang paling kita sukai biasanya akan membuat kita makin enjoy menggali ide lebih banyak lagi. Semakin spesifik, blog kita semakin unik.

Ada berbagai tema dalam blogging, yang lazim disebut niche. Biasanya niche akan membuat blog kita tampak makin terarah. Misalnya food blog, travel blog, fashion blog, beauty blog, etc. Health blog juga sedang banyak yang suka, lho. Financial blog? Juga. Human interest blog? Apalagi, ya? banyak lho, ternyata! :)

Saya tertarik dengan ide salah seorang peserta yaitu Pak Charles, yang membuat photo blog. Bedanya dengan blog-blog lain pada umumnya, foto atau gambar itu bukan lagi ilustrasi melainkan inti alias yang sedang ia ceritakan. Jadi kebalikan dari blog lain secara umum. Unik ya, idenya? Biasanya photo blogger lebih sadar lagi akan hak cipta gambar, jadi ngga asal comot lalu lupa nyebut sumber. Bahkan photo blogger berusaha meng-create gambar sendiri, baik desain grafis atau fotografi. Meskipun yang nakal ada saja, sih, tetep.

Oya! Selain photo blog, Bpk. charles juga punya concern ke orang-orang tua. Hal ini membuatnya punya diferensiasi lagi dalam menulis. Keren, lho! Secara ide itu belum banyak yang garap, setahu saya. Kebanyakan sekarang blogger membuat parenting blog, dan itu sudah sangat mainstream, memang. 

Contoh lain, ada seorang yang tertarik membuat blog berisi gurindam, prosa dll. Mungkin dia orangnya nyastra banget kali, ya? hehehe... Mbak Ani menyarankan mas yang suka gurindam itu untuk menambahkan konten budaya untuk memperkaya isi blognya. Selama masih nyambung, konten yang bervariasi itu ngga akan mengacaukan keunikan.

Hm.. Mungkin ada lagi di antara kita yang berhasil membuat diferensiasi untuk tampil unik? Kalau mau share, monggo, ya!

Tapi memang, banyak juga blogger yang mengisi blognya dengan berbagai niche. Seringnya disebut lifestyle blog. Seperti blog saya ini, hehe. Tidak masalah, selama itu memang minat kita, konsisten, dan sekali lagi: bukan contekan.

Jadi kepengen, deh. Saya jadi mikirin lagi niche blog saya. Caranya yang gampang sih, blog dulu apapun yang bermanfaat, sesudah itu nanti perhatikan tema apa yang paling banyak menjadi perhatian. Jadi, bukan berhenti ngeblog dulu. Toh semua proses memang butuh waktu.

7. Tetap Jujur pada Diri Sendiri

Saya kasih contoh di sini, Deedee, salah seorang blogger yang duduk di dekat saya. Cewek penggemar Korea ini membuat blog dengan niche Korea. Kerenn.. Karena mencari info tentang kiprah bintang-bintang Korea dan project-project drama atau musik dan sebagainya, setahu saya butuh tahu bahasa sana (Korea, pasti), atau berbagai sumber terpercaya dengan tema bahasan yang sama, dan minimal sumber yang selalu up to date.

Deedee mengangkat tema Korea memang karena suka. Jadi dia nggak maksa mengadopsi keinginan orang lain supaya blognya meraih pasar lain. Blognya sudah punya pembacanya sendiri, yaitu sesama penggemar produk Korea. Manfaat dapetlah buat penulis dan pembaca sekaligus.

Termasuk Pak Charles yang punya kepedulian dengan topic human interest. Siapa yang tahu, beliau juga suka mengirimkan tulisan atau koleksi fotonya yang bagus ke media? Cuma belum cerita aja kalau memang pernah, kan?

Hai Bloggers, ketemu lagi!

OK. Pada kesempatan workshop kemarin saya memang bertemu beberapa blogger yang wajahnya familiar karena sudah pernah ketemu juga. Maaf ya, buat yang merasa saya nggak engah dengan kalian. Ketemu sekaligus banyak orang memang biasanya saya sulit ingat nama. #alasan #faktorU

Saya biasanya lebih mudah ingat wajah cuma nama lumayan perlu diingetin. Itu juga kalau ngga pangling, misalnya karena ngubah model rambut, atau tadinya belum pakai hijab sekarang pakai. (haha!)

Well, ketemu sesama blogger memang bagusnya omongan kita ngga jauh-jauh dari job blogger. *LOL!* Eh, tapi asiknya saya juga jadi tahu berbagai karakter dari bertemu langsung, seperti dengan blogger-blogger di workshop ini. Asik aja jadinya. Karena gaya tulisan kadangkala beda dengan sifat asli orangnya. Termasuk saya juga, yang jadi malu-malu singa pas ketemu. :))

Sebenarnya masih ada lagi poin-poin positif dan pengalaman berharga Mbak Ani Berta yang inspiratif, dan hal menarik dari workshop ini. Penasaran, ya? Teman-teman bisa membacanya di blog peserta lain. Hehehe.. 7 Attitude Penting Blogger ini sengaja saya jadikan post untuk jadi catatan saya sendiri juga. Value pada list ini applicable untuk aktivitas kreatif di bidang apapun, kan?

Ada juga kata sambutan Pemred Republika Bpk. Irfan Junaidi, dan kesaksian Pak Dian Kelana, blogger dan fotografer, waktu foto bidikannya diakui sebuah media mainstream sebagai dokumentasi penulis atau media tersebut (pelanggaran hak cipta). Untuk yang ini, Pak Dian mengakui bahwa ia tidak melanjutkan tuntutan. Hanya credit buruk bagi media tersebut.

Well, terima-kasih ya, buat Republika dan RepzoneID yang sudah menyelenggarakan workshop Blogging: Hobi dan Profesi. Semoga RepzoneID tetap jadi wadah yang bermanfaat bagi netizen Indonesia. :)

Comments

  1. aku penasaran buat ketemu sama mbak ani dan ikutin sesi materinya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi.. Iya saya juga tadinya bbrp kali dapet info Mbak Ani jadi pembicara untuk acara ngeblog atau nulis. Baru minggu yang lalu ini kesampaian, Mas Deddy.

      Delete
  2. jujur aku gak bisa bikin blog yg khusus soal makanan. apalagi yg lbh detail misalnya hanya mengulas makanan tertentu... AKu jalanin saja dulu lah... sbg lifestyle blogger. Dan memang suka nulis sm bagi foto sih, jd walau gak dibayar ya posting ajah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. Sama, saya juga, nih. Kalau ada sesuatu yang shareable ya di-share aja, ya. Blogging is about fun thing. :)

      Delete
  3. Aishhh Mbaa, diriMu lengkap banged lho penjabaran acaranya. Nah, point no.5 paling mencuri perhatian tuch Mbaak.. Heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi.. jujur, pengalaman daku juga sih, mbak. Dari tergoda jadi belajar :D

      Delete
  4. Replies
    1. Mbak Agatha juga bagus loh tulisannya ;)

      Delete
  5. Asik banget kalau nulis bisa jadi inspirasi orang lain. Yuk kita nulis lagi. Semangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mpo. Gara-gara konsisten suka nulis jadinya terasah, deh. :D

      Delete

Post a Comment


Mau ninggalin jejak tapi ngga punya akun gmail?
Bisa, koq. Pada bagian Comment as silakan pilih Name/URL dan masukkan datamu.

Belum punya URL blog?
Silakan masukan saja URL socmed kamu. Beres.

All comments are in moderation.
Terima-kasih! :)