PAA - HEBAT dari Prudential. Premi Rendah, Hati Tenang


Lho koq, judulnya gitu, sih? Premi rendah, hati tenang? hehe...
Nah.. justru itu dia keunggulan PAA - HEBAT dari Prudential!
PAA HEBAT refers to Hemat Bermanfaat. So, Produk asuransi yang satu ini memang cocok dimanfaatkan oleh kalangan menengah, seperti staff karyawan, pedagang dll. FYI, produk asuransi ini ditawarkan hanya sampai Desember 2017, lho!

Memang murahnya itu seberapa?
Nasabah cukup membayar premi Rp200.000 per bulan. Perlindungan sudah bisa diperoleh jika terjadi kecelakaan, kondisi kritis, atau meninggal dunia. :)

Rencanakan Keuangan dengan PAA HEBAT!
Ini yang perlu makin disadari oleh kaum pekerja atau pemilik bisnis, baik dengan income besar maupun kecil: perencanaan keuangan. Semua orang tentu perlu menata keuangannya dengan bijaksana, supaya manfaatnya tepat sasaran. Nggak habis begitu aja tanpa terasa, dan yang pasti manfaat dari penggunaan biaya harus jelas.

Hehe... ketauan ya, yang tiap dapet gaji atau honor langsung mikir mau beli apa buat ngabisin? Padahal menurut perencana keuangan, sisihkan dulu buat investasi dan tabungan, baru sisanya dimanfaatkan. Itu juga harus jelas buat apa saja. :))

Kalau kesukaannya memang belanja? Boleeh... kalau memang ada duitnya kenapa nggak, kalau bisa jadi therapy relaksasi? wkwkwk... Eits.. tapi tetap dianggarkan alias nggak membabibuta, dong. :)

OK. Kembali ke asuransi. Jadi, berasuransi adalah sebuah langkah antisipatif yang bijak terhadap risiko yang tak terduga. Karena kita nggak selalu tahu risiko apa saja yang akan mempengaruhi pasang surut keuangan kita kelak, sementara kita juga sedang berjuang untuk progress masa depan yang selalu lebih baik. Sampai sini, tentu kamu setuju, ya? :)

PAA HEBAT cocoknya untuk siapa saja, sih?
Basically, seperti yang sudah dibeberkan tadi, PAA HEBAT cocok untuk siapa saja. Tapi untuk lebih spesifik, PAA HEBAT sangat cocok untuk:
  • Pemilik / penggiat UKM. Cukup menyisihkan nggak sampai Rp8.000 per harinya, seorang pemilik toko, atau pekerja harian dapat membayar premi PAA HEBAT.
  • Kaum profesional, mahasiswa, atau simply orang-orang usia produktif. Terutama mereka dengan income yang belum besar. Asuransi memberi ketenangan selama kita mengerjakan usaha untuk menjaga dapur tetap berasap. Ibaratnya mengendarai motor, perusahaan asuransi itu helmnya. Ketika seorang kurir atau ojek harus mengerjakan tugasnya, helm akan melindungi aset terpentingnya (kepalanya). Helm yang terlebih dulu menanggung risiko. 
  • Kepala rumah-tangga atau tulang punggung keluarga. Kepala rumah-tangga yang bertanggungjawab tentu berharap untuk sanggup memenuhi kebutuhan keluarga yang ia sayangi. Ia paham bahwa asuransi dapat meng-cover keperluan keluarga saat "kemungkinan terburuk" terjadi.

Prudential Diawasi OJK

Tentu saja. Sebagaimana lembaga-lembaga berbasis keuangan yang mendapat pengakuan di Indonesia, Prudential Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu lembaga dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan keuangan di sektor jasa keuangan terselenggara dengan teratur, adil, transparan, akuntabel, dan tentunya mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh berkelanjutan dan stabil, dan mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat (Pasal 4 UU OJK).

Tabel Ilustrasi PAA Hebat

Contoh:

Mari perhatikan tabel di atas!

Anita berusia 40 tahun, seorang singlemom dan tenaga pengajar di sebuah sekolah dasar. Saat ini ia hanya punya Dina, anaknya yang berusia 17 tahun.

Suatu waktu, saat memikirkan masa depan mereka, ia berniat memiliki polis asuransi. Tujuannya untuk berjaga-jaga misalnya saja harus menghadapi penyakit kritis. Atas saran Arin, kawannya yang agen Prudential, Anita akhirnya mengajukan polis PAA Hebat. Kewajibannya adalah cukup menyisihkan Rp200.000 setiap bulan dari gajinya untuk membayar premi.

Saat proses pengajuan sampai polis jadi dibuatkan, Arin menjelaskan secara detail semua yang berkaitan dengan PAA HEBAT. Arin memaparkan bahwa selama polis berlaku, Anita mendapat proteksi finansial terhadap 61 penyakit kritis seperti kanker, stroke, jantung, dll.

Mengenai manfaat meninggal, Arin juga tak lupa menjelaskan bahwa dana santunannya sangat membantu bagi nasabah yang harus meninggalkan anak atau istri yang belum punya matapencaharian tetap. Jadi hal ini tentu bukan mendoakan nasabah hal yang buruk-buruk, melainkan mengajak semua orang mengantisipasi kondisi terberat.

Anita sebagai nasabah yang memang menginginkan proteksi tentu saja paham dengan maksud baik temannya itu. Sampai di sini, Anita teringat anaknya yang masih harus menempuh pendidikan. Ia tahu betul, cita-citanya tentu bukan ingin meninggalkan anaknya sendirian. Tapi ia merasa, akan cukup bijaksana jika ia tetap berjaga-jaga terhadap kemungkinan terburuk.

Bahkan dalam waktu dekat, Anita berencana juga untuk membuka polis untuk Dina, dengan mengambil manfaat Parent Payor. Arin menjelaskan kepada Anita, bahwa manfaat Parent Payor akan membantu agar pendidikan untuk anaknya lebih terjamin, setidaknya hingga anaknya berusia 25 tahun.

10 tahun kemudian...

Anita sudah mencapai usia 50 tahun. Anaknya, Dina sekarang sudah 27 tahun, baru akan menikah. Sekarang Dina sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta yang cukup bonafid.

Anita bersyukur, mereka semua diberi kesehatan dan dilindungi Tuhan dari segala yang tak ia inginkan. Hidupnya tak kekurangan suatu apapun. Lalu tibalah saatnya Anita mengevaluasi kembali asuransi mereka berdua. Tidak ada claim yang mereka ajukan, karena mereka tetap berusaha hidup sehat, happy, dan semua berjalan baik meskipun yang namanya hidup ada saja masalah.

Kira-kira, apakah Anita harus merasa rugi dengan asuransi yang ia buat?

Kenapa harus merasa rugi? Pikirnya. Ia justru beruntung, keluarganya diberi kesehatan dan berkat. Dan mengenai dana yang ia sudah setor kepada perusahaan asuransi, semua itu membuat dirinya merasa lebih tenang secara financial. Dan ia justru memutuskan akan terus menghidupkan polis asuransinya itu.

Seiring bergulirnya waktu, ia ingat bahwa Arin sahabatnya itu juga menjelaskan bahwa ada nilai tunai yang dapat ia manfaatkan untuk membayarkan preminya jika ingin cuti premi, atau, jika ia sedang membutuhkan dana.

So pertanyaannya, kenapa ya, ketika kita sehat justru butuh asuransi?
Karena sudah menjadi prasyarat pembuatan asuransi di manapun, bahwa kondisi nasabah adalah sehat. Kita tidak bisa memohon dibuatkan polis untuk segera menangani penyakit jantung yang memang sudah ada sebelum polis diajukan.

Lalu, kalau kita sudah menderita suatu penyakit, apakah kita nggak bisa lagi membuat polis asuransi?
Tetap masih bisa. Contohnya, Anita sebenarnya memiliki riwayat diabetes. Sejauh ini ia cukup mengikuti apa kata dokter, untuk menjaga kesehatannya tetap stabil. Saat membuat polis, ia tetap jujur mengutarakan kepada pihak asuransi mengenai penyakitnya, termasuk menyebutkan nama rumah sakit tempat ia berobat rutin.

Yang menjadi masalah hanyalah jika sewaktu waktu Anita ingin mengatasi penyakit diabetesnya itu dengan dibayar oleh perusahaan asuransi. Sederhananya, yang akan dicover adalah penyakit kritis yang dialami setelah polis berlaku.

So, Anita berkesimpulan bahwa ia tetap dapat memanfaatkan claim jika ia mengalami kecelakaan atau meninggal dunia, atau misalnya saja ia terdeteksi kanker...


Jadi, kamu yang dari tadi baca, jika kamu memang berminat dengan asuransi ini, silakan hubungi saya di WA 0813-8225-8282, yaa! Yups, saya agen Prudential berlisensi. Monggo!

Comments

  1. Asuransi untuk antisipasi, bukan berharap sakit 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, justru itu penting disadari. Thanks, Mbak Sri :)

      Delete

Post a Comment


Mau ninggalin jejak tapi ngga punya akun gmail?
Bisa, koq. Pada bagian Comment as silakan pilih Name/URL dan masukkan datamu.

Belum punya URL blog?
Silakan masukan saja URL socmed kamu. Beres.

All comments are in moderation.
Terima-kasih! :)