Kabar Baik dan Unik Datang dari Qlapa

Image, dari Instagram Qlapa
Nggak semua ide itu  bisa diposting. Ya. Sama temen sendiri aja kita kadang pilih-pilih mana yang mau di-share. Iya, kan? Minimal, bahasa kita lebih ditata biar nggak nyinggung, itu sudah sebuah kesadaran.

Saya bilang begini karena saya menemukan makin banyak saja opini yang provokatif. Mulai dari yang sengaja, sampai yang nggak disaring dulu. Biasanya sih di internet. Ya, sayang aja kalau pelakunya udah keseringan begitu, atau bahkan udah jadi kebiasaan. Buka-buka socmed pun saya makin… Ah! *hela nafas*

Tapi gitu, deh. Di sisi lain saya juga mikir. Semakin heterogennya jenis informasi yang masuk, mestinya saya memang terdorong buat lebih pintar menyeleksi. Makin lama seharusnya saya jadi makin tau mana yang oke, mana yang memang nggak perlu diikutin. Makin selektif, ceritanya.

Saya Suka Produk-produk Etnik dan Natural 

Tampilan etalase Qlapa. Enak dilihat, gampang dieksplor.

Wah, serius suka produk etnik? Dari kapan, Mur? (Haha!)  Ya, saya memang selalu berpenampilan kasual, sampai-sampai jarang banget bergaya. Koboy banget. Mungkin karena terlalu lama, dan udah jadi kebiasaan.

Tapi, saya juga suka koq, dengan benda-benda unik yang bernuansa tradisional. Selain itu, saya juga suka berbagai produk berbahan alami, seperti minuman herbal, atau produk kecantikan yang dibuat dari bahan organik.

Untuk produk-produk etnik, saya menyimpan beberapa kain dengan corak etnik, yang sempat lama terlupa. Niat awalnya mau saya jahit. Tapi (ups!) ternyata nggak jadi jadi. Ya, karena selama ini bingung juga sih, mau dipakai ke mana. Hehehe.

Tapi sampai sekarang bahan itu masih tetap saya simpan, koq. Karena suatu saat, saya bakalan pakai juga kain itu. Meskipun kayaknya udah lama lewat, nggak berarti bahannya jadi out of date. Seperti batik aja. Sayang juga dong kalau sekarang saya jual.

Bicara soal ketersediaan barang etnik atau unik, mau itu kain-kain seperti batik, tenun ikat, atau busana jadi dengan model tradisional seperti kebaya, model modifikasi yang keren dengan corak eksotis, saya suka browse di Qlapa.com. Begitu juga berbagai produk kreatif lain seperti dompet atau clutch dari kulit asli, atau kombinasi motif tradisional. Karena di sana emang pusatnya produk lokal yang unik dan berkualitas.

Kalau lagi browsing, saya suka membidik kata kunci "Handmade", "Batik", atau "Organik". Dari situ biasanya saya menemukan banyak produk-produk buatan tangan pengrajin lokal, yang kalau fotonya diperbesar kelihatan jahitannya yang rapih, dan dikerjakan dengan telaten.

Dan gara-gara membidik keyword "Organik", saya jadi makin tahu berbagai produk makanan unik, vitamin herbal, atau produk kecantikan yang sifatnya alami. Hm.. Angkat dua jempol deh. Saya sendiri sering tertarik bikin masker, atau "jamu-jamuan" untuk diminum. Tapi ya gitu. Saya cuma bisa buat yang paling gampang, hehe.

Mengunjungi Pameran Produk Lokal Berkualitas 

Setelah ngetik berbagai keyword lantaran penasaran, saya jadi ingat waktu mengunjungi pameran produk lokal berkualitas di Smesco, beberapa tahun lalu. Dan saya jadi pengin ke sana lagi. Cuma waktunya yang belum tepat. :)

Buat yang belum pernah baca di beberapa entri blog ini sebelumnya, meskipun saya kerjanya dari rumah, jangan dikira kerjaan saya simple. Saya bukan hanya mengerjakan job nulis lalu setelahnya free buat ngapa-ngapain. Tanggungjawab yang dikenakan ke saya memang seperti mengikat kaki saya. :)

Tapi gitu, deh. Saya jadi merasa terobati dengan banyaknya marketplace. Hehehe.. Thank God! Sebagai marketplace Qlapa termasuk yang terkurasi dan mudah banget diakses. Dan ternyata memang produk yang tersedia di sana keren-keren.

Waktu membidik beberapa keyword di search bar, saya kayak lagi berkunjung ke pameran produk-produk lokal itu. Dompet dari kulit ikan. Sepatu dari kulit sapi organik alias asli. Liontin alias bandul kalung handmade. Lalu produk-produk fashion termasuk aksesoris-aksesoris keren dan lucu, yang gaya buat bersosialisasi. Dan masih banyak lagi.

Bedanya, di sini saya memang nggak keliling secara fisik. Buat berkunjung dan belanja produk yang saya suka, saya tinggal akses jaringan internet sambil duduk-duduk ngeteh. Lumayan juga, hiburan setelah sibuk nulis atau ngerjain yang lain.

Secara iseng saya klik link untuk jadi seller. Hm.. Saya jadi ingat seorang teman, yang sempat suka membuat kalung. Tadipun saya sempat berharap, suatu saat menemukan produknya di Qlapa. Yap. Saya mau produk teman saya ditemukan oleh banyak sekali penggemar produk-produk handmade unik dari berbagai penjuru, melalui web ini.

Ini Baru Good News!

Instagram Qlapa
Nah, rasanya berita yang seperti ini yang menarik untuk di-share, kan? Nggak provokatif, adem, dan malahan inspiring.

...

Mungkin masih banyak orang yang berpikir, bahwa buat mendapatkan produk handmade berarti harus ke pusat pembuatan kerajinan yang ada di berbagai kota dan kabupaten.

Ya, nggak salah sih, kalau mau sekalian jalan-jalan ke daerah. Pekalongan, atau NTT, misalnya. Tapi kalau waktu kitanya lagi mepet, kita bisa juga koq nyari di Qlapa. Banyak pilihan, lagi.

Pemasar produk-produk dari daerah, dengan hasil kreativitasnya yang nyeni dan fresh, lalu dengan material lokal yang kuat dan berkualitas, ternyata udah banyak yang ikutan masuk pasar online, lho! Kayak produk anyamannya Du'anyam ini, kita nggak perlu jauh-jauh ke NTT kalau belum sempat traveling ke sana.

Malahan, di Qlapa sering diadakan Qlapa Shopping Festival yang menguntungkan buat para penggemar produk handmade. Koq tahu? Nah, itu dia keuntungannya kalau kita suka main-main ke blognya Qlapa. Banyak info-info lengkap! Hehehe...

Saya sih seneng aja ngebayangin, produk mereka, para pengrajin daerah itu, jadi bisa terjual lebih cepat di negeri sendiri. Dan mereka mendapat peluang berkompetisi yang sama besar dengan pengusaha yang sudah lebih berpengalaman. Termasuk dengan yang sudah menembus pasar internasional. Dampaknya, hidup pengrajin kita yang di daerah juga makin sejahtera.

Hm.. Ini pemikiran sendiri, nih. Kalau ada yang khawatir ajakan "mencintai produk lokal" kita bisa mengerdilkan kreativitas pengusaha dan pengrajin lokal kita, semoga hal itu nggak sampai terjadi. Toh, adanya kurasi di Qlapa sudah sebuah kesadaran bahwa kualitas itu poin penting sebelum produk itu dipajang dan dijual ke manapun.

Justru Qlapa dengan tim kurasinya, bisa jadi motivasi buat pengrajin kita. Jadi komunitas yang terus memberi spirit positif buat siapapun terus untuk nggak berhenti belajar dan produktif. Termasuk buat kita-kita yang menyukai produk keren dan unik, untuk menilai produk ya karena kualitas produknya. Siapa yang mengasah terus skill-nya, dialah yang siap bersaing dengan pasar dunia.

Kalau kamu penasaran, dan penggemar produk handmade, coba aja login. :)

Comments

  1. Duh mb Dian juga pilih produk dari Qlapa yah .
    Gimana ga keren coba, udah etnik ,unik ,menjunjung tinggi kearifan lokal pula . Ibu dan Anak dari Duanyam pun ikut berpartisipasi .Harus didukung kekgini nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Onix.. hehe.. langsung eye-catching ya, Dian Sastro dengan fashion yg eksotis? Makin kelihatan aura cantiknya :D
      Nah itu dia... kalau semua pengrajin dirangkul jadi kelihatan potensi-potensi orang kita di berbagai daerah. Kita juga mudah beli-beli produk kesukaan yang kualitasnya nggak kalah. Recommended, ya kan? :)

      Delete
    2. Iya nih mba, aku udah sampe nonton yutub yg ngeliput duanyam. Bantu perekonomian masyarakat + kurangin tingkat gizi buruk. Kan Artinya Qlapa ikut bantu juga ya sbg marketplace yg mewadahi

      Delete
    3. Iya, bener, Nix. Jadi nggak sekadar media yang mempertemukan, tapi juga komunitas yang menjangkau potensi-potensi. Karena kemungkinan, banyak di antara pengrajin yang tadinyapun nggak akrab sama device kayak laptop atau tablet. :D

      Delete
  2. Haha sama, mbak, suka yang etnik2 gitu. Lebih tepatnya yang enggak mainstream, kayak yang ada di Qlapa itu. Hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan biar berkesan ya Mbak.. hehehe

      Delete
  3. Saya suka market place seperti Qlapa ini, dengan mengkhususkan diri produk-produk handmade dan asli buatan lokal, jadi ikut mensejahterakan produksi rumah tangga ataupun UMKM,

    Banyak mama2 yang terbantu dengan hadirnya Qlapa ini, setiap orang yang pengen belanja handmade, langsung ke Qlapa saja, udah pasti barangnya lokal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan nggak harus jauh-jauh ke kota kabupaten kalo nggak sempat. hehe..

      Delete
  4. Asik nih, aku kalo cari kado unik bisa dari qlapa.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju. Yang mereka jual nggak harus mahal koq, tapi yang jelas berkualitas karena lewat proses kurasi dulu.

      Delete
  5. Selalu suka sama koleksinya Qlapa. Unik, etnik, dan cantik. Love it pokoknya!

    ReplyDelete
  6. Yayy!
    Kalau untuk handmade-handmade-an emang yang terbaik deh di Qlapa. Lengkap, unik-unik, affordable, mudah, praktissss, dan mendukung para creative maker banget biar bisa terus berkarya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Mau ninggalin jejak tapi ngga punya akun gmail?
Bisa, koq. Pada bagian Comment as silakan pilih Name/URL dan masukkan datamu.

Belum punya URL blog?
Silakan masukan saja URL socmed kamu. Beres.

All comments are in moderation.
Terima-kasih! :)

Popular Posts