Kisah Perjalanan dari Pelabuhan Jakarta

Kalau kita perhatikan dari foto di sini, suasana panas terik sudah tergambar ya? Ini adalah foto oleh-oleh blogger saat berkunjung ke kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Kamis lalu. Pengalaman yang mengesankan, pastinya.


Kunjungan Blogger ke Jakarta International Container Terminal 

JICT adalah perusahaan besar, dengan pelabuhan yang terbaik se-Asia Pasifik dari berbagai aspek. Termasuk pelabuhan dengan sistem keamanan yang ketat. Di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok ini, blogger mendapatkan kesempatan mengamati aktivitas para pegawai, yang rutin menangani barang-barang dengan alat-alat berat di lapangan. Petikemas adalah barang yang akrab dengan keseharian para pekerja JICT.

Dengan mengunjungi langsung, blogger juga memperoleh pengalaman berharga yang nggak terlupakan. Antara lain, blogger mendapatkan pengetahuan tentang berbagai aktivitas di pelabuhan, termasuk pula peralatan berat yang akrab dengan para pekerjanya.

Seperti tanggungjawab menangani proses keluar dan masuk barang (petikemas) dengan berat berton-ton dan ukurannya yang sangat besar. Tentu saja untuk diterima di bekerja di bidang ini, mereka perlu mengantongi sertifikat khusus dari Departemen Tenaga Kerja.

Simply, pekerjaan inti (core job) yang membutuhkan sertifikasi pekerja di pelabuhan ini antara lain:

Ship Operation: Bongkar muat dan pengendalian kapal.
Quay Transfer Operation: Kegiatan transfer Petikemas dengan alat-alat berat.
Container Yard (CY) Operation: Kegiatan menumpuk container, biasa di lahan yang lapang dan terbuka.
Reciept / Delivery Operation: Memroses barang masuk dan keluar (ekspor -impor)

Untuk barang impor, berarti prosesnya adalah container dipindahkan dari kapal ke truk. Sedangkan untuk barang ekspor berarti kebalikannya, dari truk ke kapal. Sertifikasi dibutuhkan, karena proses pemindahan setiap petikemas itu dilakukan dengan alat bantu quay crane yang mengoperasikannya butuh keahlian supaya petikemas nggak berbenturan atau jatuh sehingga merusak barang di dalamnya.

Saya baru engah kalau ternyata proses perekrutan pegawai juga butuh keyakinan dengan kemampuan para calon pekerjanya. Yup, skill di sini sangat dibutuhkan. Nggak hanya modal nekat, keberanian dan minat saja lantaran butuh pemasukan untuk keluarga. Dan sebagaimana pekerjaan lain, pekerjaan di bidang container ini sangat menghargai jam terbang. Jam terbang yang tinggi menyatakan pengalaman dan pelajaran. Sangat wajar pekerja yang bijaksana menjadikan pengalaman itu asetnya. Toh, bidang yang diasah yang itu itu juga.

Dengan portfolio yang kaya, ia bisa 'menjual' kecakapannya di bidang yang sudah ia kuasai, dan melakukan tanggungjawabnya tentu nggak dengan asal-asalan. Tanggungjawabnya berat, lho. Apalagi kalau terpaksa sakit, si pekerja harus bisa mengukur kemampuannya. Terpaksa ijin, mungkin, daripada terjadi kecelakaan.

Status Pekerja Permanen yang Dirindukan

Disamping kabar tentang besarnya load pekerjaan mereka, dengan skill yang nggak semua orang yang bisa, kabar lain yang kami dengar adalah tentang outsourcing, yaitu sistem perekrutan melalui vendor atau penyalur.

Rupanya para pekerja di sana, dengan organisasi Serikat Pekerja Container (SPN) yang mereka bentuk, sepakat menginginkan untuk diangkat menjadi pekerja tetap alias permanen. Nggak heran, karena meskipun dipekerjakan melalui vendor, hal itu sudah berlangsung bertahun-tahun.

Ya. Secara personal, sebagai orang awam saya juga membayangkan; kenapa nggak menjadikan mereka bagian dari perusahaan saja, ya? Toh, dengan merekrut tenaga yang teruji kemampuannya, mereka nggak perlu repot-repot lagi merekrut pekerja baru yang masih butuh mereka uji kecakapannya, lantaran terbentur dengan kontrak dengan penyedia tenaga kerja (outsourcing vendor).

Well, pada hari yang sama saat blogger datang berkunjung, sebenarnya di JICT sedang diadakan pertemuan oleh Kasudinaker Jakut yang diwakili oleh Dwi Untoro, untuk memediasi JICT dan SPC yang diwakili oleh Emil Salim. Dalam meeting itu hadir pula Kepala Operasional Lollan Panjaitan, dan Nova Sofyan Hakim dari FPPI.

Semua berlangsung baik. Doakan saja, semoga apa yang menjadi harapan pekerja outsourcing untuk direkrut sebagai pegawai permanen menjadi kenyataan. Apa saja yang terbaik. Karena tentunya kita nggak hanya menginginkan terwujudnya keinginan satu pihak saja, tapi supaya JICT juga maju dengan manajemen pegawai yang semakin baik, dengan pekerjaan inti yang dikelola oleh pekerja tetap yang bisa mereka andalkan. Amin.

Comments

  1. Semoga ada hasil yang terbaik

    ReplyDelete
  2. Aamiin aamiin ya rabal al aamiin, smoga mencapai titik temu yang membahagiakan smua pihak

    ReplyDelete

Post a Comment


Mau ninggalin jejak tapi ngga punya akun gmail?
Bisa, koq. Pada bagian Comment as silakan pilih Name/URL dan masukkan datamu.

Belum punya URL blog?
Silakan masukan saja URL socmed kamu. Beres.

All comments are in moderation.
Terima-kasih! :)

Popular Posts