Toba yang Kaya Sumber Air Minum


Waktu tahu masyarakat di kawasan Toba masih ada yang kesulitan dapat air bersih, saya rasanya heran sekaligus sedih, ya. Saya cuma sempat kepikiran, lho, kan Danau Toba, gitu? Stok airnya sangat banyak. Tapi itu dia kenyataannya. Sebelum diadakannya pembangunan Filter Air Bersih di sekitar Danau Toba, penduduk desa sekitar hanya bisa mengambil air bersih dari sumber yang terbatas, yang jaraknya jauh dari pemukiman penduduk.

Alasan tersebut mendukung terciptanya sebuah teknologi filtrasi berlapis untuk memperoleh air layak konsumsi di Danau Toba. Dan sekarang, air layak konsumsi yang penduduk nikmati bukan lagi dari mata air yang jaraknya jauh dari pemukiman. Melainkan bersumber dari dekat-dekat mereka sendiri, yaitu Danau Toba.

Tentu saja filtrasi berlapis yang sudah dinikmati masyarakat diuji dahulu kelayakannya oleh Kementerian Kesehatan. Sampel air dibawa dan diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta. Hasilnya, sekarang anak-anak remaja mereka nggak jauh-jauh lagi ke bukit setiap hari, sebelum dan sesudah sekolah. Penduduk di Dusun Tiga Baru, dan Dusun Sait Borno Nagori Tambun Raya sekarang sudah jauh lebih mudah dan tentunya mengirit banyak hal, seperti waktu dan tenaga, untuk mengerjakan hal lain.

Teknologi yang Menguntungkan Manusia 

Bicara teknologi memang bukan hanya soal kemajuan masyarakat perkotaan. Bukan hanya teknologi informasi. Dan hal yang menyenangkan adalah waktu melihat sebuah desa terselamatkan dengan menambahkan teknologi penyediaan air bersih dan layak konsumsi.

Air Danau Toba adalah air kehidupan untuk mencukupi kebutuhan hidup masyarakat. Tanpa memperhatikan segi kelayakannya, ironis bahwa penduduk yang kaya akan sumber air harus mengeluarkan upaya lebih buat mendapatkan air yang layak dikonsumsi dari sumber lain.

Hal ini tentunya yang harus menjadi perhatian kita semua, ya.. Bahwa air bersih itu nggak begitu saja kita peroleh. Gimana dengan rumahtangga sekitar atau di tempat lain, yang masih mengambil dari air tanah yang keruh? Sekitar 2016 saja, Wateraid sempat merilis hasil survey yang mengatakan bahwa Indonesia masih di peringkat ke-6 dari 10 negara, yang belum punya akses air bersih.

Selain jadi jawaban bagi penduduk sekitar, Teknologi Filtrasi Berlapis ini juga jadi aksi yang mendukung Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih (KSNP - SPAM), karena dibuat dengan menggunakan Ultra Filtration Water Treatment yang sangat memperhatikan hingga ke partikel terkecil.

Gerakan Memelihara Alam 

Harapannya, setelah dilakukan serah terima secara resmi teknologi filter air Bersih tersebut adalah langkah upaya penduduk dan pemerintah setempat untuk selalu menjaga dan memelihara lingkungan agar tetap hijau, seperti gerakan penanaman 11,000 pohon, GAUL (Gerakan Aksi Untuk Lingkungan) dan KALPATARU.

Semoga saja upaya pelestarian lingkungan dan air akan terus bermanfaat bagi masyarakat. Doakan, ya! :)

Comments

Popular Posts